Di sinilah saya melihat pekerjaan politik yang sesungguhnya. Memastikan setiap kegagalan kebijakan berubah menjadi memori politik. Proyek yang dipersoalkan, janji yang meleset, atau konflik kepentingan tidak boleh berhenti sebagai berita sehari. Semua itu harus terus didokumentasikan dan dihubungkan dengan persoalan yang lebih besar agar menjadi beban politik bagi mereka yang sedang berebut mempertahankan kekuasaan.
Media Sosial
Saya juga sedikit berbeda pandangan mengenai media sosial. Memang benar ia sering membuat kemarahan menjadi dangkal. Tetapi media sosial juga mempertemukan orang-orang yang sebelumnya merasa sendirian. Dari percakapan lahir jejaring, dari jejaring tumbuh komunitas, dan dari komunitas sering kali lahir organisasi. Hampir tidak ada gerakan yang lahir tanpa lebih dulu membangun kesadaran bersama.
Karena itu saya belum sampai pada kesimpulan bahwa revolusi tertunda entah sampai kapan. Saya justru melihat bahwa yang sedang berlangsung hari ini adalah proses revolusi itu dimulai. Perubahan besar jarang lahir sebagai ledakan. Ia lebih sering tumbuh melalui kerja yang lambat, sunyi, dan nyaris tidak terlihat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Maka tugas mereka yang masih percaya pada perubahan bukanlah meromantisasi keruntuhan ekonomi atau mengutuk rakyat karena belum bergerak.
Tugas itu jauh lebih sunyi: merawat ingatan, menjaga isu tetap hidup, membangun organisasi, dan membaca setiap kontradiksi yang muncul di tubuh kekuasaan. Mungkin benar rakyat sedang lelah. Tetapi kelelahan bukan akhir dari sejarah.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





