Akses Masuk

Silakan pilih jenis akses akun Anda untuk melanjutkan ke dasbor.

Akses Terbatas

Masukkan kata sandi pengelola untuk verifikasi.

Revolusi Bukan Ledakan, Ia Akumulasi

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di sinilah saya melihat pekerjaan politik yang sesungguhnya. Memastikan setiap kegagalan kebijakan berubah menjadi memori politik. Proyek yang dipersoalkan, janji yang meleset, atau konflik kepentingan tidak boleh berhenti sebagai berita sehari. Semua itu harus terus didokumentasikan dan dihubungkan dengan persoalan yang lebih besar agar menjadi beban politik bagi mereka yang sedang berebut mempertahankan kekuasaan.

Media Sosial

Saya juga sedikit berbeda pandangan mengenai media sosial. Memang benar ia sering membuat kemarahan menjadi dangkal. Tetapi media sosial juga mempertemukan orang-orang yang sebelumnya merasa sendirian. Dari percakapan lahir jejaring, dari jejaring tumbuh komunitas, dan dari komunitas sering kali lahir organisasi. Hampir tidak ada gerakan yang lahir tanpa lebih dulu membangun kesadaran bersama.

Karena itu saya belum sampai pada kesimpulan bahwa revolusi tertunda entah sampai kapan. Saya justru melihat bahwa yang sedang berlangsung hari ini adalah proses revolusi itu dimulai. Perubahan besar jarang lahir sebagai ledakan. Ia lebih sering tumbuh melalui kerja yang lambat, sunyi, dan nyaris tidak terlihat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Maka tugas mereka yang masih percaya pada perubahan bukanlah meromantisasi keruntuhan ekonomi atau mengutuk rakyat karena belum bergerak.

Tugas itu jauh lebih sunyi: merawat ingatan, menjaga isu tetap hidup, membangun organisasi, dan membaca setiap kontradiksi yang muncul di tubuh kekuasaan. Mungkin benar rakyat sedang lelah. Tetapi kelelahan bukan akhir dari sejarah.

Berita Terkait

Teman Banyak, Tapi Kok Makin Susah Punya Tempat Cerita?
“Aman?”: Cara Tanya Kabar Tanpa Tanya Kabar
Alienasi Manusia Modern: Ramai yang Kosong
Indomie sebagai Ideologi Nasional
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:21 WIB

Revolusi Bukan Ledakan, Ia Akumulasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:02 WIB

Teman Banyak, Tapi Kok Makin Susah Punya Tempat Cerita?

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

“Aman?”: Cara Tanya Kabar Tanpa Tanya Kabar

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:04 WIB

Alienasi Manusia Modern: Ramai yang Kosong

Rabu, 20 Mei 2026 - 00:27 WIB

Indomie sebagai Ideologi Nasional

Omelan Terbaru

Resah Berjamaah

Dari Ferry Irwandi ke Nabi Gen Z

Minggu, 28 Jun 2026 - 14:42 WIB

Receh Serius

Revolusi Bukan Ledakan, Ia Akumulasi

Sabtu, 27 Jun 2026 - 16:21 WIB

Ngomel Nasional

Tak Ada Revolusi di Negeri Ini

Sabtu, 27 Jun 2026 - 14:02 WIB

Receh Serius

Teman Banyak, Tapi Kok Makin Susah Punya Tempat Cerita?

Kamis, 4 Jun 2026 - 00:02 WIB

Resah Berjamaah

Gotong Royong: Lebih dari Sekadar Angkat Sampah Bersama

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:31 WIB