Akses Masuk

Silakan pilih jenis akses akun Anda untuk melanjutkan ke dasbor.

Akses Terbatas

Masukkan kata sandi pengelola untuk verifikasi.

Prabowo Cuma Salah Diksi. Realitanya Memang Lebih Sadis

- Penulis

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo sebenarnya tidak sepenuhnya salah. Yang bermasalah mungkin cara menyampaikannya.

Dalam pidatonya di sidang RAPBN 2027 di DPR beberapa hari lalu, Prabowo bilang rakyat Indonesia tidak bercita-cita menjadi kaya raya.

Kalau dipikir-pikir lagi, kalimat itu memang terasa pahit karena terlalu dekat dengan kenyataan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab hari ini, jangankan bermimpi jadi konglomerat, banyak rakyat bahkan sudah capek cuma untuk menjaga hidup tetap berjalan normal. Bisa makan tenang sampai akhir bulan sudah syukur. Bisa bayar kontrakan tanpa gali lubang tutup lubang sudah lega. Anak tetap sekolah, dapur tetap ngebul, motor jangan sampai ditarik leasing. Itu saja dulu.

Masalahnya bukan karena rakyat Indonesia tidak punya ambisi. Tapi karena hidup terlalu lama keras, sampai orang-orang mulai menurunkan standar mimpinya sendiri supaya tetap waras.

Dulu orang miskin masih berani punya mimpi besar.
Anak tukang becak pengen jadi dokter. Anak buruh pengen jadi sarjana. Orang tua rela banting tulang karena percaya hidup anaknya bisa lebih baik.

Sekarang?

Banyak orang sudah nurunin standar mimpinya supaya tidak stres.

Bukan karena malas.
Bukan karena tidak mau usaha.
Tapi karena hidup terlalu sering ngajarin kalau berharap tinggi itu mahal.

Harga rumah naik tidak masuk akal.
Gaji jalan di tempat.
Kerja makin capek, tapi hidup tetap sempit.

Akhirnya rakyat belajar realistis. Atau lebih tepatnya: dipaksa realistis.

Makanya hari ini banyak anak muda tidak lagi ngomong soal jadi kaya. Mereka cuma pengen hidup normal. Bisa makan enak sesekali tanpa rasa bersalah. Bisa punya tabungan. Bisa sakit tanpa takut biaya rumah sakit. Bisa tidur tanpa mikirin utang.

Hal seperti itu sekarang terdengar seperti cita-cita mewah.

Lucunya, rakyat jadi terbiasa menertawakan penderitaannya sendiri. Padahal itu bukan lucu. Itu tanda orang sudah terlalu capek.

Jadi waktu Prabowo bilang rakyat tidak bercita-cita jadi kaya raya, banyak orang marah karena kalimat itu terdengar seperti menurunkan mimpi rakyat.

Bukan rakyat tidak mau kaya.

Tapi rakyat terlalu sering dibuat sadar kalau permainan ini lebih ramah buat mereka yang dari awal sudah punya segalanya.

Penulis : Bagus Ir

Tag :
Isi tulisan sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Omelan Terbaru

Receh Serius

Teman Banyak, Tapi Kok Makin Susah Punya Tempat Cerita?

Kamis, 4 Jun 2026 - 00:02 WIB

Resah Berjamaah

Gotong Royong: Lebih dari Sekadar Angkat Sampah Bersama

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:31 WIB

Negara Ribet

Ekonomi Dunia Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Katanya

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:01 WIB

Receh Serius

“Aman?”: Cara Tanya Kabar Tanpa Tanya Kabar

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Receh Serius

Alienasi Manusia Modern: Ramai yang Kosong

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:04 WIB